"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, atau anak shaleh yang mendo'akannya." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah, Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim: 6 )., Dan orang-orang yang berkata : "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." ( QS. Al-Furqan : 74 ) ...Bacalah
Showing posts with label Agama. Show all posts
Showing posts with label Agama. Show all posts

Monday, May 16, 2011

Kerana mimpi


Jika dia tak mendapat mimpi itu saat sekolah menengah, tak pernah terlintas dalam benak Ahmad Naga Kunadi, 34 tahun, untuk memeluk Islam. Selain faktor garis keturunan, dalam keluarga lelaki Tiong Hoa itu pun tak ada yang beragama Islam. Semua menganut keyakinan Kong Hu Chu, termasuk dirinya.

Namun, sebuah peristiwa–yang semula ia anggap aneh–dalam hidupnya, membuat Naga mulai tertarik Islam. Ia mendapat mimpi yang menyeramkan. Dalam mimpi, ia melihat api mengelilingi manusia yang tergantung di paku bumi. Begitu terbangun, ia merasa ketakutan.

“Saya menyaksikan manusia-manusia digantung di sebuah paku bumi dan di kelilingi oleh api yang sangat besar”, tutur Naga. Seusai mendapat mimpi Naga mengalami demam selama tiga hari. Padahal sebelum itu kondisinya sehat-sehat saja.

Naga mencoba mengabaikan mimpi itu. Selain menyeramkan, ia juga tak mampu menafsirkan apa arti mimpi tersebut. Waktu berjalan, hingga suatu hari, ketika sudah di sekolah menengah, ia menjumpai kejadian yang mengingatkan dirinya lagi terhadap mimpi tersebut.

Sewaktu ia berjalan di sebuah kedai buku, ia tiba-tiba berkeinginan untuk berhenti rak bahagian Islam dan mengambil Al-Quran. Ia pun membuka dan membaca sebuah tafsir Al Quran beserta terjemahannya.

Tak boleh membaca tulisan Arab,ia pun hanya membaca teks terjemahannya saja. Membuka halaman secara acak, ia berhenti di surat Al-Humazah. Ia sangat terkejut menemukan arti terjemahan potongan surat tersebut sama persis dengan gambaran mimpi yang dia alami dulu.

”Terdapat api yang membakar dan kamu lihat mereka di ikat di tiang yang panjang” Ucap Naga saat menjelaskan arti dari surat yang ia baca. Ia terheran-heran mengapa mimpinya dulu bisa ada dalam Al-Quran.

Dari sini lah Naga tertarik mengetahui Islam. Setelah kejadian ini, ia mulai sering berdiskusi dengan teman-teman Muslimnya. Tak sebatas berdiskusi dengan temannya, ia pun mencari tahu mengenai Islam dari buku-buku tentang islam.

Tapi ia tak merasa cukup dengan informasi yang ia peroleh. Banyaknya persepsi islam yang tumbuh dan berkembang di Indonesia membuat informasi serba simpang siur. Meski demikian, dorongan rasa ingin tahun terhadap Islam malah kian besar. Alasan lain, ia masih belum memahami mengapa arti mimpinya bisa ada dalam Al Qur’an.

Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti pengajian di Masjid. Sayangnya ada sedikit kendala. Ada pandangan yang mengatakan mereka yangbelum di khitan tak boleh masuk masjid. Naga yang berkeyakinan Kong Hu Cu tentu saja belum dikhitan.

Tapi itu tak mengendurkan semangatnya untuk terus memperdalam pengetahuannya tentang Islam. Ia pun mengikuti pengajian dari luar masjid. Tak hanya mencatat dan mendengarkan, ia bahkan mencegat Ustadz pengajian tersebut untuk meminta mengajarkan dan mengenalkan islam pada dirinya.

“Saya pun rela mengunjungi rumah ustadz tersebut untuk mengajari saya di rumahnya” papar Naga. Dari ustadz tersebutlah Naga bisa mendapatkan ilmu tentang islam. Naga juga tahu bahwa mimpi tersebut adalah gambaran mengenai neraka dan mengapa mimpi itu bisa sama seperti di Al-Quran kemungkinan adalah sebuah hidayah untuk dirinya.

Tapi, ketertarikan Naga terhadap Islam tak disambut baik oleh keluarganya. Mengetahui ia mulai belajar Islam, mereka mulai mengambil jarak. Ia juga mendapat tekanan untuk menghentikan kegiatanya tersebut. Hubungan Naga dengan keluarganya juga semakin rengang

Tekad Naga yang sudah bulat mendorongnya maju terus dengan pendiriannya. Selepas dari bangku SMA, ia memutuskan untuk tinggal di sebuah mess. Kebetulan ia langsung mendapatkan pekerjaan begitu lulus.

Dua hari libur kerja, dimanfaatkan betul oleh Naga untuk mempelajari Islam. Saat Sabtu dan Minggu ia kerap mengisi dengan kegiatan mengaji dan membaca-baca buku.

“Setiap ada pangajian di hari Sabtu atau Minggu, saya pasti mengikuti pengajian tersebut. Selain itu saya juga sering ke toko buku untuk mencari buku yang bersikan pengetahuan islam,” kata Naga.

Setelah lama belajar tentang islam, Akhirnya ia mulai sedikit demi sedikit mengikuti anjuran Islam. Hal pertama yang ia lakukan adalah melakukan khitan. Tepat pada usia 22 tahun ia dikhitan. Walau boleh dibilang terlambat, Naga tetap melakukan itu.

Ia beranggapan khitan juga baik untuk kesehatan. “Andai nanti saya tak masuk Islam pun, khitan kan juga baik untuk kesehatan”. Ujar Naga.

Dalam pencarian tentang Islam, ia menemukan Masjid Lautze di daerah Pasar Baru, Jakarta. Di masjid itu juga sempat mengikuti pengajian. Ia terus memperdalam Islam di masjid tersebut hingga akhirnya tahun 2002 ia memutuskan mengucapkan dua kalimah syahadat di Masjid ini.

Begitu masuk Islam, ia mengaku merasakan keindahan yang tak ada taranya. Ia merasakan bahagia yang tak mampu diucapkan dalam kata-kata.

“Semua tahu kalau gula itu manis, tapi untuk menjelaskan kenapa gula itu manis itu sulit. Seperti itulah gambaran saya mengenai bahagianya masuk islam, saya tak bisa jelaskan rasa bahagia tersebut,” tutur Naga.

Kengininan untuk mendalami Islam tak berhenti sampai di sini. Setelah resmi menjadi Muslim ia sering beraktivitas di Masjid Lautze. Bahkan kini Naga ikut membantu mengurus kegiatan pengajian muallaf di Masjid tersebut.


Read more...

Saturday, May 7, 2011

ANAK PADERI PELUK ISLAM

Assalam Mu'alaikum Wbrth!!!.... . Bacalah dan Renungkanlah. ...

Kisah Farhan (Kisah Perjalanannya Masuk Islam)

Nama saya Farhan Bin Abdullah. Nama asal saya sewaktu beragama Kristian ialah Johanis. Saya dilahirkan di bumi Sabah dalam keluarga Kristian.. Bapa saya seorang KETUA PADERI yang menjaga 15 buah gereja di satu kawasan di Sabah .


Saya dilatih oleh bapa saya untuk menjadi seorang paderi. Sejak mula PBS bawah Datuk Joseph Pairin Kitinggan usaha kami mendapat sokongan penuh negeri! Kumpulan saya masuk ke kampong dalam berbagai program. Selalunya program khidmat masyarakat. Pihak gereja selalunya membekalkan wang tunai sekitar RM50,000!!!

Berbagai aturcara dibuat untuk membantu orang kampong. Kami ziarah rumah ke rumah.. Tanya masalah mereka dan bantu mereka. Berbagai masalah diluahkan. Ada kami bantu dengan duit secara spontan. Ada kami hantar keperluan harian, pakaian dan buku sekolah dan sebagainya.

Dengan cara ini kami mendekati mereka. Hasilnya dengan beberapa kali kunjungan susulan, kami berjaya mengkristiankan mereka. Paling berbaloi kami mengkristian remaja Islam, tambah berbaloi dari kalangan intelek.. Hasilnya kami dapat RM3,000 setiap seorang Islam yang dimurtadkan! Bayangkan pendapatan saya ketika masih dialam Persekolahan. Sewaktu Tingkatan 3 saya dan beberapa rakan mengambil m/pelajaran Agama Islam yang boleh dipilih dengan lukisan(betapa hinanya m/pelajaran ini setanding dengan lukisan). Saya mendapat A-3. Sewaktu tingkatan 4 saya belajar di sekolah asrama penuh. Saya terus ambil pelajaran Agama Islam..

Tujuan saya untuk tahu mengenai Islam dan memudahkan saya menyebarkan agama kristian. Saya mempunyai beberapa soalan yang saya kira tidak mampu dihuraikan oleh orang Islam. Pada suatu hari sewaktu tingkatan Enam bawah, saya bersemuka dengan Ustaz yang mengajar saya(saya panggil cikgu)... "cikgu saya ada beberapa soalan, tapi saya rasa tak sesuai dikelas ini, boleh ke saya ke rumah cikgu..." Ustaz itu bersedia. Lalu saya bersama beberapa rakan ke rumah ustaz itu.


Saya katakan "cikgu saya mahu berdialog secara ilmiah, bukan atas nama islam, agama cikgu dan bukan atas nama Kristian,agama saya". saya kemukakan beberapa
persoalan, antaranya;-

1- Mengapa orang Islam sembah Kaabah
2-Sebenarnya semua agama sama sahaja. Nasrani, Yahudi, Kristian dan Islam adalah agama langit.
3-Mengapa diakhir zaman, Nabi Isa akan turun bersama Iman Mahadi membebaskan kezaliman dankekacauan dan bukannya Nabi Muhammad.
4-Mengapa dalam sejarah dan hingga kini orang Islam suka peperangan.
5-Injil sekarang dikatakan diseleweng. Kalau begitu mana yang asalnya.

Yang menghairankan ustaz ini dapat menjawab pertanyaan saya dan kawankawan dengan begitu ilmiah. Saya dan kawan -kawan mati akal. Kemudian saya dibebani dengan 3 persoalan yang tidak mampu saya menjawab secara tepat.

Apakah boleh manusia(paderi) mengampunkan dosa manusia lain. – Persoalan ketuhanan 3 dalam 1 dan 1 dalam 3 - konsep ketuhanan Jesus. Saya mengatur pertemuan ustaz saya dengan beberapa orang paderi, kawan-kawan bapa saya. tetapi mereka enggan. Lalu saya bawa ustaz itu ke rumah saya dan bertemu bapa saya seorang ketua paderi. Ternyata bapa saya juga tidak mampu menjawab persoalan yang dibawa oleh ustaz itu. Sebaik ustaz itu pulang, bapa saya memarahi saya kerana bawa 'orang malaya' dating ke rumah.

Sejak itu beberapa kali saya tidur rumah ustaz itu. Disamping mengulangkaji saya gemar berdialog dengan ustaz itu. saya memerhatikan kehidupan ustaz tu, saya mengagumi cara hidupnya..

Suatu malam saya bermimpi didatangi 3 orang berjubah.. Seorang berjubah hitam membawa salib. Seorang berjubah putih membawa bendera bertulisan jawi. Dan seorang berjubah hijau yang meminta saya membuat pilihan.

Yang berjubah hitam dan berjubah putih saling menarik saya mengikuti mereka. Saya meronta-ronta. Disamping itu saya dapati yang berjubah hitam semakin tengelam dan yang berjubah putih semakin tinggi. Sedang saya meronta-ronta, saya terjaga.

Saya mendengar suara azan dan ustaz tadi berada ditepi saya dan berkata, "mengapa Johanis..... .awak mengigau.... .. "

Saya pegang tangan ustaz itu, saya katakan,"Cikgu Islamkan saya........ .".Ustaz itu minta saya bersabar untuk dia uruskan dengan pihak tertentu. Tidak lama selepas itu saya pun di Islamkan oleh Ustaz itu..

Selesai pengIslaman saya, saya pulang ke rumah. Sampai di rumah, saya lihat pakaian saya bertabur diluar rumah. Rupanya bapa saya telah tahu! Sebaik melihat saya, bapa bergegas masuk dan keluar semula dengan mengacu senapang ke arah saya. Tiba-tiba emak menerkam dan peluru senapang meletup keatas.

Saya segera meninggalkan rumah sehelai sepinggang. Tinggalkan keluarga saya. Tinggalkan sekolah. Saya bersembunyi sekejap rumah ustaz sebelum saya dibawa oleh ustaz pulang ke semenanjung sebaik habis kontrak mengajar di Sabah .

Saya diserahkan kepada PERKIM di Kuala Lumpur . Secara kebetulan rakan saya Nazri,vokalis kumpulan Raihan juga memeluk Islam, tetapi mengikuti kumpulan Ar-Arqam. 2 lagu dalam album pertama kumpulan Raihan adalah saduran lagu koir yang kami nyanyikan dalam gereja sewaktu di Sabah dulu..

6 tahun saya di PERKIM. Saya masuk pula Maahad Tahfiz. Alhamdulillah! Saya dapat sijil Al-Hafiz selepas 3 tahun. Kemudian saya bekerja dengan Jabatan Agama Islam.. Saya banyak masuk kawasan di Negeri Sembilan, Melaka dan Pahang.

Tak sampai setahun saya letak jawatan. Saya sedih kerana ramai pendakwah ini nak berdakwah pun merungut duit over time. Saya rasa tiada keiklasan.. Biarlah saya jadi pendakwah bebas. Saya ingin membilas dosa lalu. Saya telah ramai memurtadkan orang...kini saya mahu berjuang untuk mengIslamkan seramai mungkin dengan Kualiti bukan Kuantiti saja!

Berbalik kisah keluarga saya.. Selepas meninggalkan rumah dan belajar di PERKIM saya selalu telefon ayah, emak dan adik beradik saya. Saya katakan jangan bencikan saya. Saya sayang ayah. saya sayang emak. saya sayang adik beradik saya. Ayah dan emak tetap ayah emak saya dunia dan akhirat.

Walaupun ayah menyambut dingin suara saya, saya hantarkan buku-buku yang sesuai menerangkan tentang Islam. 7 tahun saya telefon. 7 tahun saya hantar surat dan buku-buku. saya menangis kerana rindukan ayah, emak dan adik beradik. Akhirnya, sewaktu saya di Maahad Tahfiz, bagaikan halilintar saya mendapat berita...... ...

Ayah saya menganut Agama Islam! Allah saja yang tahu perasaan saya ketika itu.. Saya menangis dan menangis. Saya ambil wuduk dan sujud syukur. Air mata saya menjadi terlalu murah....saya terus menangis.... saya pejamkan mata.......saya bayangkan ayah dihadapan... saya peluk erat tubuh ayah dan kami menangis bersama..... ...Ya Allah betapa agungnya kekuasaanMu. Peristiwa yang saya alami sewaktu memeluk Islam turut dirasai oleh ayah saya. Dia dihalau dari rumah yang diberi oleh pihak gereja.

Kini saya pendakwah bebas. Saya sedih melihat umat Islam hari ini berpecah. Kita berpecah kerana kita meninggalkan Quran dan Sunnah Rasul. Kita ambil sebahagian dan kita tinggalkan sebahagian. Kita ambil contoh pelaksanaan hukum Hudud dan Qisas. Mengapa kita cari jalan nak menentang pelaksanaanya? Sepatutnya kita cari jalan supaya dapat dilaksanakan.

Inilah sikap umat Islam. Saya pernah berdialog dengan beberapa orang pensyarah universiti tentang isu Hudud & Qisas. Dia boleh sergah saya, "You apa tahu... Islampun baru setahun jagung...... "

Saya sedih dengan sergahan pensyarah itu.. Kalau ini sikap pendakwah..Saya tak akan masuk Islam. Tapi saya pilih Islam kerana saya tahu Apa itu Islam!!! Kerana itu saya ajak menghayati Islam.

Saya kumpulkan semula kawan-kawan masa Kristian dulu. Saya berdialog tentang Islam. Saya kumpulkan derma untuk tujuan dakwah ini, untuk bergerak perlukan wang. Saya diancam oleh puak Kristian. saya juga diancam oleh umat Islam!!!

Apa tauliah awak , mana kebenaran Jabatan Agama, mana permit polis, sapa benarkan pungut derma dll. Saya tak gentar berdialog dengan puak Kristian, kerana saya ada pengalaman tapi sukarnya bila Umat Islam sendiri menyulitkan saya.

Marilah kita awasi dakyah Kristian. Satu usaha yang agak ketara ialah Di IPT. Pendakyah ini mendekati kaum muslimah, pura-pura belajar Islam.....jatuh cinta....lalu dimurtadkan. .

Saya sudah pergi banyak IPT. Saya paling bimbang di Universiti Putra Malaysia (UPM) !!! Itulah satu-satunya Universiti yang ada gereja. Gereja ini antara yang aktif untuk memurtadkan orang Islam!!!

Saya nak nasihatkan kalau ada saudara kita terminum 'Holly Water'. Sebenarnya air ini dibuat di Vatican City. Dijampi oleh paderi termasuk Pope John Paul yang jemput Perdana Menteri kita dulu. KALAU TERMINUM, cari air kolah dari 3 masjid. Baca Al-Fatihah 1x, Yasin 1x, 3 Qul 1x, dan Selawat. Ambil sebahagian buat minum dan sebahagian buat mandi. InsyaAllah mereka akan sedar dan dapat diselamatkan. insyaAllah!! !


Read more...

Jom Baca Entri lain...

div style='height: 150px; overflow: auto; width: 220px; border-radius:20px;'>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...